1. This site uses cookies. By continuing to use this site, you are agreeing to our use of cookies. Learn More.

Barcode untuk UKM By : GS1

Discussion in 'UMUM' started by UKM Kota Bandung, Jan 9, 2018.

Tags:
  1. UKM Kota Bandung

    UKM Kota Bandung Pengusaha

    Barcode untuk UKM


    Perdagangan era sekarang kian mengalami kemajuan yang sesuai tuntutan teknologi terkadang hal ini sulit untuk di kuti oleh para produsen/ pedagang yang berskala kecil/ menengah yang belum mampu membaca kondisi market secara luas , seperti halnya perdagangan retail/eceran dan manajemen rantai-suplai (supply chain) modern sekarang ini mensyaratkan dimilikinya kode barcode untuk setiap item barang yang masuk ke jalur rantai-suplai eceran maupun distribusi, termasuk mini market, toko swa-layan, apalagi ekspor.


    Alasan teknisnya untuk para swa-layan tersebut adalah keseragaman dan kemudahan pengelolaan inventori barang, mengingat barcode berlaku di lebih di 100 negara di dunia. Setiap nomor barcode (resmi) adalah unik dan tidak ada duanya di seluruh dunia. Ia menunjukkan asal muasal barang, dan dalam banyak hal menunjukkan bonafiditas perusahaan. Yang diminta oleh alfamaret/indomaret dan lain-lain retailer adalah barcode resmi, bukan barcode yang biasa dibuat sendiri untuk keperluan internal.

    Dilema yang dihadapi memang relatif mahalnya biaya pendaftaran barcode resmi ini (antara Rp. 5 - 12 juta-an tergantung besar kecil perusahaan).


    Namun untuk UKM Rp. 4 jutaan. Beberapa UKM (yang benar-benar UKM) yang hanya punya 1 produk mensiasati mahalnya biaya ini dengan menggunakan "barcode bersama" (shared barcode) dimana sekelompok orang(Kemitraan/group atau koperasi) urunan biaya untuk mendaftar barcode resmi atas nama bersama (misalnya Koperasi "ABC"). Alternatif ini bisa dipilih jika memang benar-benar tidak ada jalan lain dan untuk mereka yang benar-benar UKM, namun sangat tidak disarankan untuk UKM yang memang berencana ingin mandiri dan berkembang di masa depan dengan aneka produk-produk barunya.


    Barcode adalah nomor identifikasi perusahaan atas produk-produknya. Perusahaan-perusahaan di Indonesia di dentifikasi dengan nomor awal 899- . Tujuh digit berikut adalah nomor kunci perusahaan, dan tiga digit terakhir adalah nomor urut produk dari 001 dst hingga 999 yang dibuat sendiri oleh perusahaan.


    Produk berbeda harus di dentifikasi dengan nomor urut produk yang berbeda. Perbedaan produk bisa dilihat berdasarkan :


    - Nama/Jenis Produk yang berbeda

    - Ukuran/Berat kemasan yang berbeda

    - Rasa/Aroma yang berbeda

    - atau hal-hal lain yang dianggap berbeda sejauh relevan, misalnya warna


    Umumnya perbedaan-perbedaan di atas juga akan menimbulkan perbedaan Harga.


    Jadi, untuk produk dengan salah satu atau beberapa perbedaan di atas, diperlukan nomor barcode yang berbeda. Mengidentifikasi produk sendiri adalah langkah pertama dalam mengaplikasikan barcode. Jika misalnya ada 1 (satu) produk yang sama dengan 5 jenis/ukuran berbeda (yang kemungkinan besar harganya juga berbeda) berarti diperlukan 5 nomor barcode, ini untuk memudahkan pengidentifikasian pada saat produk masuk ke jalur distribusi atau retail (supply-chain).


    Bayangkan anda adalah seorang kasir di toko swalayan. Untuk memunculkan harga barang di layar komputer kasir sehingga anda dapat menjumlah secara total barang belanjaan, anda perlu berhasil memindai (men-scan) nomor barcode yang tertera pada kemasan produk, sehingga harga dan keterangan tentang item produk muncul di layar komputer kasir. Nah, nomor ini harus unik dan tidak boleh/tidak mungkin sama dengan nomor barcode produk lain. Itulah sebabnya sebabnya dunia retail dan swalayan di seluruh dunia selalu mensyaratkan adanya nomor barcode yang sah dan unik untuk setiap barang yang masuk ke inventorinya.


    Apabila ada UKM-UKM binaan yang bermaksud untuk mendapatkan barcode resmi, yang harus mereka persiapkan adalah:


    1. Buat Daftar Identifikasi Produk-produk mereka berdasarkan hal-hal tersebut di atas

    atau hal-hal lain yang dianggap berbeda


    2. Menyiapkan fotokopi dokumen-dokumen perusahaan:

    - Fotokopi SIUP

    - Fotokopi NPWP(perusahaan/perorangan)


    - Fotokopi surat keterangan pengusaha kena pajak (PKP)

    - Fotokopi Akte pendirian perusahaan (dari notaris)

    - Fotokopi TDP (Tanda Daftar Perusahaan)

    - Fotokopi KTP pimpinan perusahaan / penanggungjawab

    - Dan untuk produk makanan, minuman, kosmetik dan obat-obatan harus

    melampirkan izin depkes (SP/MD)


    * Apabila ada surat-surat yang masih dalam proses atau belum dibuat, mohon dibuatkan surat keterangan dalam kop surat perusahaan bahwa izin-izin tersebut masih dalam proses pengurusan, agar proses pendaftaran dapat terus berjalan.


    3. Mengisi data-data pada Formulir Pendaftaran di website Pengurusan Barcode.com.

    Lihat e-mail balasan kami berisi Invoice Tagihan 1 pada Inbox e-mail anda.


    4. Lakukan Pembayaran Invoice Tagihan 1 (Untuk Biaya Pengurusan dan Penunjukkan

    Kuasa) melalui Bank Transfer BCA.


    5. Setelah pembayaran dilakukan, kami akan mengirimkan Formulir Pendaftaran, Perjanjian

    Keanggotaan, Form Surat Kuasa, Aplikasi Film Master untuk ditanda-tangani pemohon di atas

    meterai Rp. 6000 dan dikembalikan melalui pos kepada kami.


    6. Permohonan Pendaftaran akan diperiksa formalitasnya, apabila disetujui akan dikeluarkan

    Invoice Tahap 2 untuk Biaya Pendaftaran (Dibayar sekali), Biaya Keanggotaan (Dibayar per

    tahun), dan Biaya Nomor (Dibayar per tiga tahun). Invoice ini akan dikirimkan kepada Pemohon untuk diselesaikan pembayarannya. Mohon memperhatikan bahwa nomor barcode tidak akan diterbitkan apabila seluruh biaya belum dibayarkan.


    7. Apabila permohonan ditolak, biaya Tahap 1 dikembalikan 100% kepada Pemohon.


    Setelah barcode diterima, anggota dapat meminta dibuatkan film master untuk dicetak di atas

    kemasan produk (dengan biaya tambahan). Atau bisa juga menggunakan jasa percetakan yang

    mereka percaya di daerah masing-masing yang memiliki kemampuan untuk mencetak barcode.


    Fasilitas-fasilitas yang didapatkan setelah menjadi anggota antara lain;

    - Sistim Penomoran Barcode

    - Pelatihan gratis bagi member baru GS1 Indonesia untuk 1 orang

    - Seminar

    - GS1 Indonesia News / buletin

    - GS1 System Consultation

    - Registration Online

    - Print Out Barcode

    - Check Digit

    - Product of The Month

    - Web page

    - GEPIR


    Pendaftaran ini tidak per-produk tetapi per-perusahaan,setiap perusahaan yang mendaftar menjadi

    anggota, kami alokasikan sebanyak 1000 nomor (tidak kami berikan sekaligus diawal, tetapi kami

    maintenance sesuai dengan kebutuhan perusahaan)

    Barcode yang para UKM dapatkan bersifat global, dapat terbaca diseluruh dunia. Untuk proses

    pengurusan barcode makan waktu kurang-lebih 14 hari kerja


    setelah aplikasi kami terima lengkap dengan persyaratannya.

    Apabila masih ada yang ingin ditanyakan, silahkan menghubungi alamat web dibawah ini.


    Sumber :

    GS1 INDONESIA

    Trihamas Building 5th Floor Jl TB Simatupang Kav 11 Tanjung Barat,Jakarta 12530

    Telp: 021-29516432-34 Fax: 021-29516435 Website : www.gs1.or.id
     

    Attached Files:

    Last edited: Jan 9, 2018

Share This Page