1. This site uses cookies. By continuing to use this site, you are agreeing to our use of cookies. Learn More.

pengaruh bitcoin pada perekonomian dunia

Discussion in 'Personal & Bisnis' started by Surtina, Mar 5, 2018.

Tags:
  1. Surtina

    Surtina Pengusaha

    Pengaruh Bitcoin Pada Perekonomian Dunia
    Semakin meningkatnya globalisasi ekonomi dunia diiringi dengan teknologi digital yang sangat pesat, kebutuhan masyarakat akan kecepatan, kemudahan dan keamanan transaksi keuangan semakin meningkat. Sehingga diperlukan sistem pembayaran yang cukup handal dan mudah.

    [​IMG]

    Dengaan adanya Teknologi Blockchain dengan mata uang terkuatnya yang bernama Bitcoin, diciptakan oleh Satoshi Nakamoto, tentang apa itu Teknologi Blockchain selengkapnya silahkan Anda pelajari disini, Satoshi Nakamoto suatu sosok misterius yang hingga saat ini, meskipun sudah dicari dan dilacak secara terus menerus, belum juga diketahui identitas aslinya. Meskipun begitu, keunikan teknologi ini menuai banyak pujian, dan sudah ada ribuan perusahaan yang memutuskan untuk bereksperimen dengan teknologi ini. Hyperledger Project adalah sebuah proyek bersama yang menggabungkan perusahaan dan lembaga perbankan di dunia–termasuk perusahaan raksasa seperti Citibank, Commonwealth Bank, HSBC dan Barclays untuk mempelajari cara kerja Blockchain dan mengaplikasikannya ke sistem perbankan internal. Proyek ini dilakukan demi mentransformasi cara kerja perbankan ke arah yang lebih aman, cepat dan efisien agar mereka bisa berkompetisi dengan perusahaan-perusahaan finansial yang bertransaksi menggunakan cryptocurrency.

    Bitcoin merupakan mata uang virtual sebagai asset digital yang mempunyai banyak kelebihan dibandingkan mata uang biasa diantaranya yaitu biaya transaksi yang rendah bahkan gratis dan sifatnya yang anonim. Munculnya bitcoin juga memperluas kegiatan ekonomi mulai dari proses penambangannya, penukarannya maupun kegiatan e-commerce menggunakan bitcoin. Meskipun demikian bitcoin dihadapkan pada risiko nilai yang volatil dan sifat anonimnya mengakibatkan bitcoin dapat digunakan untuk transaksi ilegal.

    Salah satu tren di dunia teknologi informasi tahun 2014 adalah bitcoin. Meskipun bitcoin hanyalah salah satu jenis dari apa yang disebut dengan mata uang virtual (virtual currency). Namun seiring dengan kenaikan nilainya yang mencapai lebih dari USD 1000 untuk setiap kepingnya pada bulan November 2013, bahkan hingga saat ini Februari tahun 2018 nilai bitcoin hampir mendekati USD 2000, merupakan nilai yang sangat fantastis untuk asset digital, maka bitcoin menjadi sangat populer.

    Regulator, terutama bank sentral, juga akan khawatir jika volume bitcoin (atau mata uang virtual lain) yang beredar akan membesar, sehingga mata uang nasional mereka sendiri mungkin tidak lagi menjadi alat yang efektif dalam mengelola perekonomian negara. Tanpa kontrol atas mata uang virtual, bank sentral tidak dapat membackup nilai bitcoin dan mata uang virtual lainnya untuk mengendalikan fluktuasi harga dan inflasi. Ketergantungan yang tinggi terhadap teknologi juga merupakan salah satu kelemahan dari bitcoin. Jaringan peer to peer dan proses pembuatan bitcoin membutuhkan tingkat daya komputasi yang tinggi, dan sangat tergantung pada integritas infrastruktur yang mendukung bitcoin. Kelemahan dalam infrastruktur dapat mengurangi kepercayaan dan keyakinan sebagian besar konsumen terhadap bitcoin. Hal itu dibuktikan setelah terjadi serangan oleh hacker di tempat penukaran bitcoin dan dompet virtual. Setiap kali upaya hacking ditemukan di tempat penukaran bitcoin atau dompet virtual, operator biasanya akan menunda proses pertukaran. Hal ini mengganggu penggunaan bitcoin, dan menimbulkan rasa frustasi dan mengurangi kepercayaan terhadap tempat tempat penukaran bitcoin.

    Kejadian yang paling menggemparkan adalah serangan Denial-of-service (DDoS) terhadap tempat penukaran bitcoin yang berbasis di Tokyo Mt. Gox pada Februari 2014. Hacker berhasil mengambil kendali dari beberapa komputer sehingga menyebabkan kerugian sekitar US$ 575 juta.

    Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa virtual currency termasuk bitcoin tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah, sehingga dilarang digunakan sebagai alat pembayaran di Indonesia. Dalam keterangan persnya BI menyebutkan, pelarangan tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang No. 7 tahun 2011 tentang Mata Uang yang menyatakan bahwa mata uang adalah uang yang dikeluarkan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia dan setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran, atau kewajiban lain yang harus dipenuhi dengan uang, atau transaksi keuangan lainnya yang dilakukan di Wilayah NKRI wajib menggunakan rupiah. Selengkapnya tentang masa depan bitcoin di Indonesia silahkan baca juga tentang Menyimak masa depan Bitcoin di Indonesia

    Pendukung bitcoin menyatakan bahwa siaran pers BI menyiratkan bahwa bitcoin tidak dapat diyatakan sebagai alat pembayaran yang sah karena memang alat pembayaran yang sah di Indonesia hanya mata uang rupiah. Mata uang asing seperti US Dollarpun bukan alat pembayaran yang sah di Indonesia. Artinya bahwa bitcoin bisa saja tetap beredar di Indonesia bukan sebagai alat pembayaran namun sebagai alat tukar-menukar (barter) merupakan asset digital dalam berinvestasi.

    Beberapa kegiatan ekonomi yang muncul dengan adanya bitcoin adalah yaitu: menambang bitcoin, membeli bitcoin di tempat penukaran bitcoin dan menjual jasa atau barang dengan menerima pembayarannya menggunakan bitcoin. Untuk di Indonesia saat ini kegiatan penukaran bitcoin dapat dilakukan di situs yaitu situs bitcoin.co.id merupakan market place bitcoin terbesar di Asia Tenggara, Di situs bitcoin.co.id selain dapat dilakukan penukaran bitcoin terhadap rupiah dan sebaliknya, Anda juga bisa berinvestasi asset digital bitcoin.

    Pelajari disini Apa itu bitcoin.co.id? dijelaskan dengan lengkap mudah dipelajari dan dapatkan kebebasan finansial dengan berdagang investasi asset digital crypto currencies
    Amerika Serikat telah merilis sebuah pemberitahuan (USA IRS Notice 2014-21) yang menyatakan bahwa bitcoin harus diperlakukan sebagai properti (seperti saham dan transaksi barter) dan bukan sebagai mata uang untuk tujuan pajak. Efek dari putusan ini adalah memberikan kepastian bagi investor bitcoin. (IRS, 2014)

    Bagaimana pengenaan pajak terhadap transaksi bitcoin juga menjadi perhatian otoritas di banyak negara. Inggris telah menjadi salah satu negara yang pertama telah mengkonfirmasi bagaimana transaksi yang melibatkan mata uang virtual akan dikenakan pajak.

    HM Revenue & Customs (HMRC) di Inggris telah mengkonfirmasi bahwa pendapatan dari penambangan bitcoin berada di luar lingkup Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dengan alasan bahwa kegiatan penambangan bukan merupakan suatu kegiatan ekonomi, dan bahwa tidak ada PPN pada saat bitcoin dipertukarkan untuk mata uang lainnya. (HMRC, 2014)
     

Share This Page